Tanpa Jakarta Elektrik PLN, Persaingan Putra Proliga Semakin Ketat

0
4

Jakarta – Kompetisi bola voli nasional Proliga 2018 tak diikuti Jakarta Elektrik PLN pada sektor putra. Tim Jakarta BNI Taplus memprediksi persaingan di sektor ini bakal makin ketat. Proliga seri I akan dimulai di GOR UNY Yogyakarta pada 19-21 Januari 2018 mendatang. Turnamen akan menggelar 12 pertandingan dari lima tim putra dan tujuh tim putri. Manajer tim Jakarta BNI Taplus, Endang Hidayatullah, mengatakan, persaingan tim-tim Proliga tahun ini cukup merata bahkan semakin ketat apalagi dengan absennya tim putra Jakarta Elektrik PLN. “Tim-tim lain untuk putra hampir sama karena hanya lima tim. Jadi semua pemain nasional terbaik ikut serta semua. Nah, ini yang membuat kekuatan menjadi merata tinggal kembali kedisiplinan, kekompakan, dan mental para pemain seperti apa,” kata Endang.Untuk menghadapi Proliga 2018, tim putra Jakarta BNI Taplus merekrut dua pemain asing, yaitu Paul Micheal Lotman (pemain timnas Amerika Serikat) dan Ruslan Shevtsov (timnas Ukraina). “Pemain asing kami dua-duanya bagus. Ruslan memiliki postur tubuh tinggi, jump shoot-nya juga bagus, begitu juga dengan Lotman. Sementara untuk pemain lokal saya pikir sama lah dengan SumselBabel, Bhayangkara Samator, Bekasi BVN, dan Jakarta Pertamina Energi,” ujar Endang.Terkait peluang untuk tim putri, Endang berupaya untuk menembus final four lebih dahulu, kemudian menargetkan yang lebih tinggi yaitu juara. “Hampir merata juga. Dengan mempertandingkan tujuh tim, saya rasa persaingan cukup ketat. Aprilia Manganang (pemain kuat di Bandung Bank BJB) sedang sakit, kemudian Jakarta Pertamina Energi yang para pemainnya pindah ke tim kami, kemudian Jakarta PGN Popsivo, Jakarta Elektrik PLN, Bank Jabar, Gresik Petrokimia, dan bekasi BVN,” ujarnya.”Target kami pertama masuk 4 besar dulu. Dengan komposisi ini jika tidak ada faktor-faktor non teknis, insya Allah bisa dilalui,” kata Endang.
(mcy/mfi)

Sumber Disini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here