Cerita Asal Usul Penamaan Siklon Tropis Cempaka dan Dahlia

0
3

Jakarta – Siklon tropis di Indonesia diberi nama aneka bunga. Ada empat siklon tropis yang pernah terjadi di Indonesia. Ada siklon tropis Anggrek, Bakung, Cempaka dan Dahlia. Penamaan siklon tropis yang muncul di perairan Indonesia merupakan kewenangan Badan Meteorologi Klimatolotgi dan Geofisika (BMKG). Hak penamaan siklon tropis yang dimiliki BMKG sudah melekat sejak lembaga tersebut terbentuk pada 2008 silam.BMKG merupakan lembaga yang memiliki tugas dan fungsi di antaranya memantau dan menganalisa bibit siklon tropis. Namun, BMKG hanya memiliki hak untuk memantau dan menganalisa bibit siklon tropis yang timbul di 11 derajat LS selatan perairan Indonesia.”Pada tahun 2008 itu secara resmi bahwa wilayah Indonesia sebelah selatan ekuator, kurang lebih sampai 11 derajat LS, itu kemudian menjadi wilayah tanggung jawab Indonesia dalam hal ini BMKG,” terang Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Mulyono R Prabowo, saat dihubungi detikcom, Rabu (29/11/2017) malam.Penamaan siklon tropis dengan nama-nama bunga sudah diajukan sejak awal pertemuan internasional saat BMKG Indonesia diakui oleh Komisi BMKG se-Dunia. Siklon tropis pertama yang muncul di Indonesia diberi nama Siklon Tropis Anggrek.”(Tahun) 2010 terjadi siklon tropis di area tanggung jawab kami (BMKG). Kami beri nama Anggrek pada saat itu,” jelas Mulyono.Mulyono menjelaskan tujuan khusus BMKG memberi nama siklon tropis dengan nama-nama bunga. Tujuannya agar siklon tropis yang muncul tidak dianggap sebagai suatu hal yang buruk.”Kenapa nama bunga? Kami pada saat mengusulkan, pertimbangannya ini kan memberi dampak tidak bagus, dampak siklon ini kan anginnya kuat, hujannya lebat, kemungkinan ada banjir, longsor dan sebagainya. Nah, kami mencoba memberi kesan supaya tidak seram. Jadi, setiap siklon tropis yang muncul di Indonesia akan diberi nama bunga,” papar Mulyono.Ada juga ketentuan lainnya. BMKG harus mengurutkan nama siklon tropis sesuai abjad. Ketentuan ini sudah dilakukan oleh BMKG. Siklon tropis pertama dberi nama Anggrek, kedua Bakung. Ketiga, yang baru muncul beberapa hari lalu dinamai Cempaka.”Untuk mempermudah diurut sampai Z. (Tahun) 2014 terjadi lagi siklon tropis di wilayah area tanggung jawab kami. Kami beri nama Bakung. Nah, nama-nama bunga. Kemudian ini, kebetulan setelah Bakung, 2017 kami beri nama Cempaka, C, seterusnya begitu,” papar Mulyono.Pemberian nama bunga akan dilakukan sampai huruf Z. “Tapi kalau itu sudah habis, kami usulkan nama buah. Sementara ini yang kami usulkan nama bunga. Tapi ini baru C, sampai Z masih sangat jauh,” ujar Mulyono.
(zak/aan)

Sumber Disini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here